KEBUDAYAAN SEBAGAI SISTEM NORMA

SOS 1

1.    FOLKWAYS (NORMA KELAZIMAN/KEBIASAAN)

Folkways atau kebiasaan adalah suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dan sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan yang jelas serta di anggap baik dan benar. Atau dalam arti lain, folkways adalah norma-norma sosial yang lahir dari adanya pola-pola perilaku yang selalu diikuti oleh orang-orang kebanyakan di dalam hidup mereka sehari-hari, karena di pandang sebagai sesuatu yang lazim.

Folkways yang dilakukan berulang-ulang tidak hanya terbatas pada perbuatan lahir saja, melainkan juga sampai mendalam menjadi kebiasaan-kebiasaan berfikir. Kebiasaan-kebiasaan berfikir ini akan memungkinkan warga masyarakat mengetahui apa yang akan dilakukan masing-masing di dalam keadaan tertentu. Sehingga, seluruh anggota masyarakat akan merasa aman berada di lingkungan masyarakatnya.

Dalam sistem pelaksanaannya, karena di pandang sebagai suatu yang lazim, maka apabila ada seseorang yang melanggar atau melakukan penyimpangan (dalam berbagai aspek) Ia akan di anggap aneh. Sanksi yang melekat pada folkways tidaklah berat, sifatnya tidak formal seperti berupa sindiran, gunjingan, atau olok-olok. Walaupun sanksi folkways di pandang lunak, namun dapat berlaku kumulatif, artinya bila seseorang telah melanggar folkways secara terus-menerus, maka Ia akan di kenakan sanksi yang semakin berat, dan pada akhirnya disisihkan dari kontak atau hubungan sosial di masyarakat.

Contoh Folkways :

  • Bersalaman dan memohon doa restu kepada orang tua setiap hendak berangkat ke sekolah atau bepergian.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Kebiasaan hormat dan patuh kepada orang yang lebih tua.
  • Kebiasaan mengadakan selamatan untuk bayi yang baru lahir.

 

2.    MORES (NORMA KESUSILAAN/TATA KELAKUAN)

Tata kelakuan atau mores merupakan sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat tertentu suatu masyarakat yang dilakukan secara sadar sebagai bentuk pengawasan terhadap anggota masyarakatnya. Tata kelakuan berfungsi agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. Mores memiliki daya ikat yang lebih kuat daripada folkways.

Norma kesusilaan adalah segala peraturan yang bersumber dari bisikan hati nurani manusia yang diakui dan ditaati oleh setiap anggota masyarakat. Norma kesusilaan ditujukan kepada manusia supaya terbentuk kebaikan akhlak pribadi dalam rangka penyempurnaan manusia. Sumber norma kesusilaan adalah hati nurani sehingga bersifat otonom. Dengan hati nurani dan akalnya manusia mampu membedakan sesuatu yang baik dan buruk serta salahdan benar. Sehingga dalam sistem pelaksanaannya, ketika seseorang melakukan pelanggaran terhadap norma kesusilaan, maka batinlah yang akan memberikan sanksi yaitu munculnya perasaan bersalah, malu, takut, dan tidak tenang hidupnya.

Norma kesusilaan bersifat umum, dapat diterima oleh seluruh manusia di dunia dan berisikan perintah dan larangan untuk dilakukan atau ditinggalkan sebagai pedoman hidup dalam pergaulan masyarakat.

Manfaat Tata Kelakuan:

  • Memberikan batasan pada perilaku individu  (sebagai alat kontrol).
  • Mengidentifikasikan individu dalam kelompoknya.
  • Menjaga solidaritas antar anggota masyarakat.

Contoh Mores (Norma kesusilaan/Tata kelakuan):

  • Larangan berperilaku durhaka terhadap orang tua.
  • Larangan berpelukan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim di tempat umum.
  • Larangan berbuat zina.

 

3.    NORMA HUKUM

Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, seperti Pemerintah (penguasa). Isi dari norma hukum mengikat setiap orang tanpa kecuali dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat negara. Apabila ada seseorang yang melakukan pelanggaran terhadap norma hukum maka diberikan sanksi hukum yang tegas sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditentukan dan ditetapkan oleh Pemerintah. Diciptakannya norma hukum karena sanksi dari ketiga norma (agama, kesusilaan, dan kesopanan) belum cukup memuaskan dan efektif melindungi keteraturan masyarakat. Suatu hukum yang di buat oleh suatu negara harus sesuai dengan norma moral, sebab menurut Thomas Aquinas suatu hukum yang bertentangan dengan norma moral akan kehilangan kekuatannya.

Ciri Hukum : diakui oleh masyarakat sebagai ketentuan yang sah dan penegak hukum sebagai yang berwenang.

Tujuan utama hukum adalah menciptakan suasana aman dan tenteram dalam masyarakat. Jadi, kepastian hukum harus diciptakan.

Contoh Norma Hukum :

  • Semua warga masyarakat wajib membayar pajak.
  • Memberikan kesaksian di muka sidang pengadilan.
  • Tidak boleh melakukan tindakan kriminal (mencuri, membunuh, menipu, dll).

 

4.    MODE/FASHION

Mode atau fashion adalah gaya  hidup yang berkembang ditengah-tengah kehidupan masyarakat dalam waktu tertentu. Pada dasarnya gaya hidup merupakan penampilan tertentu yang sedang trend dalam berbagai bidang kehidupan. Sehingga orang yang tidak mengikuti mode biasanya akan dianggap ketinggalan zaman. Berkembangnya mode yang melampaui batas akan menimbulkan konflik baik yang bersifat individual maupun sosial. Oleh karena itu, berkembangnya mode atau fashion perlu diimbangi dengan penanaman norma agama yang kuat sehingga masyarakat akan terhindar dari pengaruh negatif yang berasal dari perkembangan dunia mode atau fashion.

Perbedaan antara sopan santun dalam pergaulan dengan mode atau fashion yaitu terletak pada sifat perubahannya dimana mode mengalami perubahan yang lebih cepat.

Contoh Mode (Fashion) :

  • Model pakaian
  • Model potongan rambut
  • Model bangunan rumah
  • Model kendaraan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s