TEORI STRUKTURAL FUNGSIONALISME ROBERT K. MERTON

Merton menjelaskan bahwa analisis structural fungsional ini memusatkan perhatiannya pada suatu kelompok, organisasi, masyarakat dan kultur. Menurutnya, sasaran studi structural fungsional ini antara lain adalah peran sosial, pola institusional, proses sosial, pola kultur, emosi yang terpola secara kultural, norma sosial, organisasi kelompok, struktur sosial, perlengkapan untuk pengendalian sosial dan sebagainya. (Merton, 1949/1968: 104).

Merton telah menghabiskan karir sosiologinya dalam mempersiapkan dasar struktur fungsional untuk karya-karya sosiologis yang lebih awal dan dalam mengajukan model atau paradigma bagi analisa struktural. Dia menolak postulat-postulat fungsionalisme yang masih mentah, yang menyebabkan paham “kesatuan masyarakat yang fungsional”, “fungsionalisme universal”, dan “indespensability”. Merton mengutarakan konsep disfungsi, alternatif fungsional dan konsekuensi keseimbangan fungsional, serta fungsi manifes dan laten, yang dirangkainya kedalam suatu paradigma fungsionalis. Walaupun kedudukan model ini berada diatas postulat-postulat fungsionalisme yang lebih awal, tetapi kelemahannya masih tetap ada. Masyarakat dilihat sebagai keseluruhan yang lebih besar dan berbeda dengan bagian-bagiannya. Individu dilihat dalam kedudukan abstrak, sebagai pemilik status dan peranan yang merupakan struktur. Konsep abstrak ini memeprbesar tuduhan bahwa paradigma tersebut mustahil untuk diuji.

Beberapa teori Merton yang terungkap dari tiga postulat menjelaskan tentang kesatuan fungsional masyarakat yang dibatasi sebagai suatu keadaan dimana seluruh bagian dari sistem sosial bekerjasama dalam suatu tingkat keselarasan atau konsistensi internal yang memadai. Fungsionalisme universal menyatakan bahwa seluruh bentuk sosial dan kebudayaan yang sudah baku memiliki fungsi-fungsi positif, meskipun beberapa perilaku sosial cenderung bersifat disfungsional. Analisis terakhir dalam postulat indispensability menegaskan bahwa dalam setiap peradaban, setiap kebiasaan, ide, obyek material dan kepercayaan memenuhi beberapa fungsi penting, memiliki sejumlah tugas yang harus dijalankan, karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan sistem secara keseluruhan. Merton sendiri mengkritisi postulatnya dengan pernyataan bahwa kita tidak mungkin mengharapkan terajdinya integrasi masyarakat secara sempurna. Setiap integrasi masyarakat ada jika di dalamnya ada cara dan tujuan (bagaimana individu beradaptasi).

 

Strategi Adaptasi Menurut Merton

 

Kategori Cara

 

Tujuan
Conformity + +
Inovasi +
Ritualisme +
Retritism
Rebellium ± ±

 

 

PANDANGAN EMILE DURKHEIM MENGENAI IKATAN MEKANIK DAN IKATAN ORGANIK DI DALAM MASYARAKAT

Emile Durkheim berpendapat bahwa masyarakat ada karena adanya persamaan dan perbedaan. Masyarakat adalah kumpulan dari kelompok yang sudah teratur. Di dalam masyarakat ada sebuah tatanan sosial yang disebut social order. Tatanan sosial (social order) sebagai fokus utama dalam masyarakat karena :

  • Tatanan sosial merupakan konsekuensi logis dari adanya kolektifitas.
  • Relasi-relasi individu secara kolektif teragregasi dalam mekanisme yang teratur dan terintegrasi sebagai kekuatan penekan yang mengendalikan perilaku individu.
  • Inti dari masyarakat adalah tatanan sosial itu sendiri.
  • Tatanan sosial bersifat memaksa.

Di dalam sebuah masyarakat terdapat solidaritas (ikatan). Ikatan di dalam masyarakat dibedakan menjadi dua macam yaitu ikatan mekanik dan ikatan organik. Ikatan mekanik dibangun atas dasar kesamaan ( adanya orang lain menguatkan kita). Sedangkan dalam ikatan organik di bangun atas fungsi yang berbeda.

 

Perbedaan Ikatan Mekanik dan Ikatan Organik

 

Ikatan Mekanik Ikatan Organik
 

a.) Relatif berdiri sendiri (tidak bergantung pada orang lain) dalam keefisienan kerja.
b.) Terjadi di Masyarakat Sederhana.
c.) Ciri dari Masyarakat Tradisional           (Pedesaan)
d.) Kerja tidak terorganisir
e.) Beban lebih berat
f.) Tidak bergantung dengan orang lain

g.) Keterlibatan komunitas dalam menghukum orang yang menyimpang

h.) Hukum represif dominan

 

a.) Saling Keterkaitan dan mempengaruhi dalam keefisienan kerja.
b.) Dilangsungkan oleh Masyarakat yang kompleks.
c.) Ciri dari Masyarakat Modern (Perkotaan).
d.) Kerja terorganisir dengan baik.
e.) Beban ringan.
f.) Banyak saling bergantungan dengan yang lain.

g.) Badan-badan kontrol sosial yang menghukum orang yang menyimpang.

h.) Hukum restitutif dominan

MEMBEDAKAN PARADIGMA FAKTA SOSIAL, PARADIGMA DEFINISI SOSIAL, DAN PARADIGMA PERILAKU SOSIAL

Friedrichs kali pertama menjelaskan paradigma sebagai pandangan mendasar dari satu disiplin ilmu tentang apa yang semestinya dipelajari “ a fundamental image a dicipline has of its subject matter.” Setelah itu, George Ritzer mendefinisikan Paradigma adalah “what is the subject matter of science” Paradigma sosiologi yaitu: Paradigma Fakta Sosial, Paradigma Definisi Sosial, dan Paradigma Perilaku Sosial.

Berikut ini penjelasan mengenai ketiga paradigma tersebut :

No Paradigma Penjelasan
Fakta Sosial Dalam paradigma fakta sosial terdapat sesuatu di luar diri kita yang mampu memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu agar dapat berperilaku sesuai dengan apa yang ada di luar diri kita itu. Jadi, perilaku seseorang dapat dikontrol. Dalam hal ini struktur bisa memaksa.

Ex : Norma, aturan, nilai-nilai, kondisi, situasi, serta sekian alat pengendalian sosial lainnya.

Empat Proposisi yang mendukung kelompok sebagai   fakta sosial: :

1. Kelompok dilihat melalui sekumpulan individu.

2. Kelompok tersusun atas beberapa individu.

3. Fenomena sosial hanya memiliki realitas dalam Individu

4. Tujuan mempelajari mempelajari kelompok kelompok untuk membantu

menerangkan atau meramalkan tindakan individu.

Definisi Sosial Dalam paradigma definisi sosial bercirikan adanya interaksi dengan norma sehingga menimbulkan makna dan perilaku yang bersifat continue. Selain itu dalam paradigma ini selalu melihat hal-hal yang khusus.
Perilaku Sosial Dalam paradigma perilaku sosial terdapat sesuatu yang dapat memicu perilaku seseorang. Dengan kata lain, perilaku seseorang ditentukan oleh stimulus yang datang dari luar yang membuat kemudian individu berpikir dan berperilaku.

 

  1. PARADIGMA FAKTA SOSIAL

 

  1. Eksemplar : model yang digunakan teoritisi fakta sosial adalah karya Emile Durkheim, terutama The Rules of Sociological Method dan Suicide.
  2. Gambaran tentang masalah pokok : Teoritisi fakta sosial memusatkan perhatian pada apa yang disebut Durkheim fakta sosial atau struktur dan institusi sosial berskala luas. Mereka yang menganut paradigma ini tak hanya memusatkan perhatian pada fenomena fakta sosial ini tetapi juga pada pengaruhnya terhadap pikiran dan tindakan individu.
  3. Metode: Penganut paradigma ini lebih besar kemungkinannya menggunakan metode interview-kuesioner dan metode perbandingan sejarah ketimbang penganut paradigma lain.
  4. Teori : Paradigma ini mencakup sejumlah perspektif teoritis. Seperti teori struktural fungsional, teori konflik, teori sistem, dan teori sosiologi makro.

 

  1. PARADIGMA DEFINISI SOSIAL

 

  1. Eksemplar : Model yang mempersatukan penganut paradigma ini adalah karya Max Weber tentang tindakan sosial.
  2. Gambaran tentang masalah pokok : Karya Weber membantu menimbulkan minat di kalangan penganut paradigma ini dalam mempelajari cara aktor mendefinisikan situasi sosial mereka dan dalam mempelajari pengaruh definisi sosial ini terhadap tindakan dan integrasi berikutnya.
  3. Metode : Observasi adalah metode khusus penganut paradigma definisi sosial.
  4. Teori : Ada sejumlah besar teori yang dapat dimasukkan ke dalam paradigma ini yaitu: teori tindakan, interaksionisme simbolik, fenomenologi, etnometodologi, dan eksistensialisme.

 

  1. PARADIGMA PERILAKU SOSIAL

 

  1. Eksemplar : Model bagi penganut paradigma ini adalah karya psikolog B.F.Skinner
  2. Gambaran tentang masalah pokok : Menurut penganut paradigma ini, masalah pokok sosiologi adalah perilaku individu yang tak dipikirkan. Perhatian utama penganut paradigma ini tertuju pada hadiah yang menimbulkan perilaku yang diinginkan dan hukuman yang mencegah perilaku yang tak diinginkan.
  3. Metode : Eksperimen
  4. Teori : Teori sosiologi behavioral dan teori pertukaran.
  • Teori sosiologi behavioral : teori ini memusatkan perhatiannya pada hubungan antara akibat dari tingkahlaku yang terjadi di dalam lingkungan aktor dengan tingkah laku aktor, khususnya yang dialami sekarang oleh si aktor.
  • Teori pertukaran: teori ini dibangun dengan maksud sebagai rekasi terhadap paradigma fakta sosial.

 

 

KATA-KATA BIJAK

Kalau semuanya gagal turunkan standar anda terlebih dahulu
Jika anda bisa menetapkan dan menggapai tujuan harianmu, nyakinlah bahwa anda juga bisa menetapkan dan menggapai tujuan besarmu.
Jika anda tidak belajar mencintai diri sendiri terlebih dahulu anda tidak bisa mencintai orang lain! Perlakukan orang lain sesuai dengan pearlakuan yang ingin anda dapatkan dari orang lain.
Semua belum berakhir hingga benar benar berakhir !
Hidup saya berubah jika saya berubah !
Kalo kita tidak dapat bertindak seperti yang kita harapkan kita harus bertindak seperti yang kita bisa
Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain tapi bandingkanlah dirimu dengan dirimu sendiri
Setiap saat hidup memberikan sebuah pelajaran agar kita mau belajar!! namun banyak dari kita tidak mengerti apa yang diinginkan hidup itu sendiri
Jangan membuat masalah kalo tidak mau mendapat masalah
pada saat anda meraih bintang, anda mungkin tidak berhasil mendapat satupun, tetapi anda tidak akan pulang dengan tangan hampa

– See more at: http://cinta009.blogspot.com/2013/04/kata-bijak-kehidupan.html#sthash.YBwmehUw.dpuf

TEORI MORAL PERSPEKTIF ANALISIS

images pendidikan moral

Dalam perspektif analisis, dengan mengetahui fakta atau keadaan sebenarnya maka akan menjamin kebenaran keputusan yang diambil dalam  menghadapi suatu kasus atau dilema moral. Ketika dilakukan sebuah diskusi untuk memecahkan sebuah permasalahan atau kasus, maka analisis fakta dan kebutuhan menduduki posisi sentral. Artinya bahwa pengambilan keputusan moral hanya dapat dilaksanakan dengan mendasarkan diri pada fakta-fakta. Analisis sistematis mengenai maksud, konsekuensi dan hubungan umum secara kausal tampil pula sebagai masalah yang sentral dalam diskusi itu. Argumentasi-argumentasi mendapatkan kedudukan yang penting.

Sebuah dilema moral atau permasalahan moral dalam perspektif analisis menyangkut permasalahan klasik yang dihadapi oleh nabi Sulaiman as. Ada seorang bayi yang dijadikan anak angkat, karena ibu kandungnya miskin. Dengan kedua orangtua angkatnya anak itu hidup penuh bahagia. Selang beberapa lama ibu kandungnya ingin mengambil kembali anaknya itu. Ia mengajukan kedua orangtua angkat dari anaknya itu ke pengadilan. Permasalahan ini mengimplikasikan bahwa persoalan hak kodrati anak itu (dibesarkan oleh ibu kandungnya) menjurus kepada penolakan keadilan sosial dan sebaliknya.

Dalam menghadapi permasalahan moral seperti di atas, hendaknya kita memecahkan permasalahan tersebut dengan cara melihat fakta (menganalisis fakta-fakta) dan analisis sistematis mengenai maksud, konsekuensi, dan hubungan umum secara kausal. Setelah menganalisis fakta, maka kita bisa mengumpulkan berbagai pendapat atau kondisi mengenai permasalahan tersebut.

 

ANALISIS MENGENAI MITOS

index mitos

 

MENABRAK KUCING MEMBAWA SIAL

Kulihat seorang supir turun dari angkot yang dikendarainya dengan tergopoh-gopoh, dia berlari melawan arus kendaraan yang sangat ramai di pagi yang dingin. Matanya tampak nanar menatap seekor kucing berwarna hitam yang tampak sedang meregang nyawa.  Mukanya pucat pasi sambil mulutnya berkomat-kamit entah apa yang di bacakannya. Sesaat kemudian dia membuka kausnya dan menggunakannya untuk membungkus bangkai kucing yang tadi di tabraknya. Dibungkusnya bangkai itu dengan hati-hati kemudian di bawa ke angkotnya. Tubuh kurusnya mengigil menahan dingin nya hembusan angin pagi ini.

Semua penumpang bertanya-tanya dalam hati, apa yang akan di lakukan sang supir dengan membawa bangkai kucing itu ke angkotnya. “Maaf bapak-bapak, ibu-ibu, saya tidak bisa narik, mau mengubur kucing ini dahulu, saya takut kualat, naik angkot lain saja dulu ya, sekali lagi maaf”, seru nya dengan memelas. Penasaran aku pun bertanya kepadanya. “ kenapa harus di kuburin bang? Eh ini pak, saya takut kualat, minggu lalu teman saya menabrak kucing, bangkainya di buang ke sungai, dan 3 hari yang lalu mobilnya tabrakan, orang nya meninggal, itu pasti karena kutukan dari kucing itu pak’, jawab si supir dengan bibir bergetar.

“wah itu harus memakai kain kafan bang, apalagi ini kucingnya kucing hitam”, penumpang lain mulai menimpali. “memang nya kenapa pak kalau kucing hitam, tanyaku.” Kalau kucing hitam itu biasanya kucing jejadian pak, hasil jelmaan mahluk halus, makanya lebih berbahaya dari kucing biasa”, sahut si bapak mencoba memberi penjelasan. Wajah si supir terlihat makin pucat pasi, akupun segera berlalu. Cerita mengenai kutukan kucing yang mati ketabrak sudah sangat sering aku dengar meskipun kebenaran nya masih harus di buktikan.

ANALISIS DARI SISI ILMIAH

            Pengetahuan baru yang merupakan kombinasi antara pengalaman-pengalaman dan kepercayaan di sebut mitos. Mitos dapat diterima orang karena keterbatsan pengindraan dan penalaran serta hasrat ingin tahu yang harus segera terpenuhi. Kemudian, berdasarkan kemampuan berfikir manusia yang semakin maju maka mitos mulai di tinggalakan dan orang-orang cenderung menggunakan akal sehat atau rasio. Jika dilihat dari artikel diatas  analisis dari sisi ilmiahnya yaitu adanya kecelakaan setelah menabrak kucing hingga mati, itu berkaitan dengan sugesti saja, secara psikologis, seseorang yang habis menabrak kucing biasanya di hantui oleh perasaan bersalah yang dalam. Perasaan itu terus membayangi nya sehingga konsentrasinya pun terpecah. Tak heran kemudian banyak kejadian kecelakaan yang menyertai seseorang, setelah menabrak kucing. Logikanya jika dalam kondisi yang tidak tenang ketika mengendarai kendaraan, tentu resiko mengalami kecelakaan akan jauh lebih besar.

Jika kita berfikir secara logika tentunya tidak ada hubungan antara kucing yang mati tertabrak dengan kesialan yang dialami oleh penabraknya. Apabila meyakini kecelakaan pada kendaraan akibat karena menabrak kucing, itu sama saja dengan meyakini penyebab kecelakaan adalah si kucing yang telah ditabrak mati, dan itu sudah termasuk syirik. Karena menyamakan kedudukan kucing yang mati itu sama dengan kedudukan Allah Swt. yang telah menakdirkan terjadinya kecelakaan tersebut.

Pada dasarnya rejeki, hidup dan mati hanyalah Allah Swt. Yang tahu. Kita sebagai makhluk ciptaannya hanya bisa menerima dan menjalaninya sebagai takdir. Jika kita mendapatkan kesialan setelah menabrak kucing, bukan berarti itu karena kutukan dari kucing yang tertabrak, melainkan karena kehendak Allah. Jika seseorang menguburkan kucing setelah menabraknya itu mungkin hanyalah bentuk rasa kasihan dan wujud dari tanggung jawab karena telah menabrak kucing tersebut hingga meninggal.

Sebagai orang yang beriman kita tidak boleh menghubung-hubungkan kejadian atau peristiwa yang terjadi pada diri kita dengan hal-hal mistic. Sebaiknya kita menggunakan akal sehat kita untuk berfikir secara jernih karena mitos atau hal-hal mistik belum tentu  benar dan masih diragukan kebenarannya. Percayalah bahwa kebenaran yang mutlak hanyalah milik Allah Swt.

TIPS MENJAGA KEBERSIHAN

KESEHATAN

Kebersihan
Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, danbau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, danbahan kimia berbahaya.
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.
Mencuci adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan memakai air dan sejenis sabunatau deterjen. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan produk kebersihan tangan merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan influenza dan batuk-pilek.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan perabot rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan(misalnya dengan abu gosok), membersihkan kamar mandi dan jamban, serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari sampah.
Tingkat kebersihan berbeda-beda menurut tempat dan kegiatan yang dilakukan manusia. Kebersihan di rumah berbeda dengan kebersihankamar bedah di rumah sakit, sedangkan kebersihan di pabrik makanan berbeda dengan kebersihan di pabrik semikonduktor yang bebas debu.
Manfaat Menjaga Kebersihan Lingkungan
Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Di Indonesia, masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang berkembang. Kasus-kasus yang menyangkut masalahkebersihan lingkungan setiap tahunnya terus meningkat.
Problem tentang kebersihan lingkungan yang tidak kondusif dikarenakan masyarakat selalu tidak sadar akah hal kebersihan lingkungan. Tempat pembuangan kotoran tidak dipergunakan dan dirawat dengan baik. Akibatnya masalah diare, penyakit kulit, penyakit usus, penyakit pernafasan dan penyakit lain yang disebabkan air dan udara sering menyerang golongan keluarga ekonomi lemah. Berbagai upaya pengembangan kesehatan anak secara umum pun menjadi terhambat.
Lalu Bagaimana tips Mudah untuk menjaga kebersihan lingkungan ?
Tips dan Trik yang mudah, tepat dan efektif menyadarkan masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan?
Berikut Tips dan trik menjaga kebersihan lingkungan:
1. Dimulai dari diri sendiri dengan cara memberi contoh kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan lingkungan.
2. Selalu Libatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
3. Sertkan para pemuda untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan.
4. Perbanyak tempat sampah di sekitar lingkungan anda;
5. Pekerjakan petugas kebersihan lingkungan dengan memberi imbalan yang sesuai setiap bulannya.
6. Sosialisakan kepada masyarakat untuk terbiasa memilah sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan non organik.
7. Pelajari teknologi pembuatan kompos dari sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk;
8. Kreatif, Dengan membuat souvenir atau kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah.
9. Atur jadwal untuk kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan.
SUMBER : dkp.banyuwangikab.go.id/index.php/2…/133-tips-menjagakebersihan